Hard Skills dan Soft Skills

Waktu saya masih SD, IQ (Intelligance Quotient) adalah suatu perkara yang sangat penting bagi sebagian besar orang tua, termasuk orang tua saya sendiri. Namun, setelah saya mulai beranjak dewasa, saya baru menyadari apabila EQ (Emotional Quotient) tidak kalah penting, dan bahkan itu justru jauh lebih penting, menurut pendapat saya.

IQ memang memiliki peranan yang sangat penting, khususnya jika kita ingin memiliki pencapaian yang maksimal dalam hal pendidikan. Dan EQ memiliki peranan yang sangat penting, khususnya setelah kita menyelesaikan pendidikan itu. Dan dua hal itu sebaiknya berjalan seimbang.

Soft Skills

Soft skills lebih berkaitan erat dengan EQ, karena soft skills merupakan keahlian diri kita dalam berinteraksi dengan orang lain, Tuhan, dan kepada diri kita sendiri, mulai dari kemampuan dalam komunikasi, berpikir kritis, menyelesaikan masalah, kreatifitas, manajemen diri, mengarahkan, menghargai orang lain, mendengarkan, berkolaborasi, membentuk tim, memimpin, dll.

Hard Skills

Hard skills berkaitan erat dengan IQ, karena hard skills itu lebih menyentuh pada keahlian diri kita terhadap suatu ilmu pengetahuan, apakah itu akuntansi, desain grafis, arsitektur, programming, matematika, fisika, dll.

Keseimbangan Hard Skills dan Soft Skills

Jika kita ingin berwirausaha, maka hard skills merupakan salah satu hal yang mutlak dibutuhkan, karena itu berkaitan erat dengan kategori bisnis yang kita jalankan. Akan tetapi, apabila kita tidak memiliki hard skills yang baik, kita bisa mempekerjakan seseorang yang memiliki hard skills yang baik, dengan syarat kita harus memiliki soft skills yang baik.

Dan jika kita ingin memasuki dunia kerja, maka hard skills akan menjadi syarat utama untuk bisa mendapatkan pekerjaan itu, seperti halnya lowongan kerja yang kita jumpai. Namun jika kita ingin memiliki jenjang karir yang baik, soft skills menjadi mutlak dibutuhkan.

Terkadang, beberapa teman mengeluh, tentang sulitnya mendapatkan suatu pekerjaan ataupun klien. Hal itu terjadi ketika mereka hanya mengandalkan hard skills, tanpa memaksimalkan soft skills. Padahal soft skills itu memegang peranan penting.

Pada umumnya, soft skills itu terbentuk dari pengalaman seseorang, misalnya saja kemampuan dalam berkomunikasi, mempengaruhi dan mengarahkan orang lain. Singkatnya, kematangan soft skills akan semakin sempurna, dengan bertambahnya pengalaman diri kita dalam berinteraksi. Sekedar saran saja, padatkan pengalaman itu sepadat-padatnya, jika ingin memiliki kematangan soft skills lebih awal.

Dan itulah catatan personal dari saya. Selamat dini hari!