Mode Autopilot Penyebab Stress

Jika kita terlalu mudah stress, berarti kita terlalu lama berada didalam mode autopilot. Begitulah pesan yang saya peroleh waktu menonton program acara Brain Games, di National Geographic Channel.

Setiap orang punya kebiasaan yang berbeda-beda, termasuk sampeyan dan saya. Kebiasaan itu selalu kita lakukan dari pagi sampai malam, setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun. Jadi singkatnya kita selalu melakukan rutinitas yang sama, dan akhirnya sampai pada titik jenuh.

Apa saja penyebab stress, dan bagaimana cara menghilangkan stress.
Carilah Suasana Baru.

Kalau masih belum paham apa yang dimaksud mode autopilot, misalnya: Pagi sarapan nasi campur, kemudian mengantarkan anak kesekolah lewat Gang Baru. Setelah itu langsung berangkat kerja lewat Jl. Panglima Sudirman. Sesampai dikantor, langsung membuat secangkir kopi. Istirahat kerja, sarapan di kantin Ibu Romli, menunya Soto Ayam, dan seterusnya.

Kebiasaan itu sampeyan lakukan setiap hari, dari 10 tahun yang lalu. Gimana ndak stress kalau selama 10 tahun kita berada didalam mode autopilot, hehehe. Jangankan 10 tahun, 1 tahun saja bisa stress kok.

Coba berangkat kerja dengan rute yang berbeda dari biasanya, mengubah penampilan diri yang berbeda dari sebelumnya, mengganti hairstyle, mengubah kebiasaan berhutang, merombak interior ruangan, dll.

Selain itu, kita juga bisa mencoba melakukan meditasi, lebih sering beribadah (karena ibadah juga bisa disebut meditasi, jika kita melakukannya dengan benar), atau mungkin liburan. Namun tetap saja kita kembali stress, jika setelah berlibur kita kembali ke mode autopilot.

Ya, nasihat yang saya dapat dari tayangan tersebut, kita disarankan untuk keluar dari mode autopilot, dan mengubah rutinitas yang lama ke rutinitas yang baru, berbeda dari sebelumnya.

Selamat malam buat sampeyan yang baru selesai baca. Kebiasaan baru apakah yang ingin sampeyan lakukan?